Profil

MI. ASSULTHONIYAH

  • 203
    Total Siswa
  • 2
    Total Manajemen & Guru

Profil

1.  RELIGIUS menjadi Insan Rabbani

    • Selalu menggantungkan diri pada Rahmat, kasih sayang, perlindungan dan pertolongan Allah SWT dalam setiap aktivitas.
    • Selalu menghiasi lisannya dengan dzikir, doa, kalimat toyibah dan tutur kata sopan.
    • Mampu mengelola potensi, emosi dan perilaku untuk mencapai ridho Allah SWT.

 

2.  RESPECT menjadi Insan Sosial Berakhlak Karimah

  • Menghargai diri sendiri sebagai ciptaan terbaik Allah SWT dan bentuk rasa syukur atas karunia yang diberikan Allah SWT.
  • Menghargai orang lain dengan mengharap keridhoan Allah SWT
  • Menghargai orang lain dengan segala keunikan dan keistimewaan yang telah Allah anugerahkan,
  • Saling memedulikan satu sama lain untuk mencapai kualitas kehidupan yang bermakna, bahagia dan bermanfaat di dunia dan di akhirat

 

  1. RESPONSIBLE menjadi Insan Pemimpin yang SMART
  • Menjadi insan pemimpin SMART (Sholih, Mumpuni, Adaptif, Ramah-Rahmah, Tenggang rasa) yang unggul dan berprestasi untuk mengemban amanah Allah sebagai khalifah di bumi
  • Tanggung jawab diri dan masa depannya
  • Tanggung jawab terhadap orang lain dan lingkungan (pemimpin dalam kebaikan)

 

  1. RAHMATAN LIL ALAMIIN menjadi Insan Madani
  • Insan yang beradab penuh kasih sayang kepada semua makhluk
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan-kebangsaan
  • Maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Menebarkan kebermanfaatan dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan peradaban dunia.

 

BUDAYA DAN TATA NILAI TAUFIQI SCHOOL

Tata nilai (values) dikemas dalam TAUFIQI: Tauhid, Adab-Akhlak, Ukhuwah, Fastabiqul Khairot, Inovative-Creative, Qur’anic insight, Integrity

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

T     :    Tauhid               Keridhoan dan rahmat Allah SWT menjadi satu-satunya tujuan            dalam beraktivitas

A     :    Adab-Akhak      Adab-akhlak sebelum ilmu, akan menjadi sebab kemudahan dan         kebermanfaatan ilmu dan hasil kerja.

U    :    Ukhuwah          Rasa persaudaraan yang tumbuh dari keimanan menjadi ruh yang       melandasi semangat kerja sama dan bahu membahu untuk       mencapai kesuksesan bersama

F     :   Fastabiqul khoirot Berlomba-lomba dalam kebaikan ilmu, amal, ibadah dan     kontribusi diri untuk mencapai pribadi yang unggul dan       berprestasi

I      :    Inovatif dan kreatif Kreatif dan inovatif dalam hasil belajar dan bekerja; berpikir          kritis, kreatif dan inovatif dalam menemukan solusi.

Q    :    Qur’anic insight Menjadikan Al quran dan sunnah sebagai dasar dan sumber    hukum dalam pengambilan keputusan dan kebijakan untuk dapat  bersikap Adil dan Amanah

I           :           Integrity          Seorang muslim profesional belajar dan bekerja dengan ikhlas, cerdas, tuntas dan berkualitas melebihi ekspektasi, serta         menjaga nama baik almamater.

Guru

Struktur Organisasi

Visi Misi

Visi

“Menjadi Sekolah Terdepan Dalam Mewujudkan Generasi Islami Yang Memiliki Keunggulan Global”.

Misi

  1. Menyelenggarakan ekosistem pendidikan bermutu dan menerapkan kurikulum yang membangun kesadaran diri dalam Hablumminallah, Hablumminannas dan Hablumminal’alam dalam upaya pengembangan optimal potensi dan kompetensi peserta didik sesuai fitrah perkembangan dan tuntutan zaman, sehingga terlahirkan generasi islami yang unggul dalam prestasi dan memiliki keunggulan global.
  1. Menanamkan aqidah yang lurus bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah dan mengajarkan ibadah yang sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah
  2. Menanamkan Akhlaqul Karimah berbasis keimanan dan kesadaran insaniah kepada Peserta Didik  
  3. Mengembangkan ruhiyah, fikriyyah dan jasadiyyah peserta didik, melalui proses pembelajaran yang menghargai fitrah insaniah dan tahapan perkembangan untuk memunculkan keunggulan yang telah dikaruniakan Allah SWT
  4. Meningkatkan kemampuan pendidik  dan tenaga kependidikan untuk menjadi qudwah hasanah dalam ilmu, amal, ibadah dan akhlakul karimah

 

  1. Mengembangkan sumberdaya manusia yang unggul, kompeten, dan religius secara terencana dan berkelanjutan.
  2. Menerapkan sistem manajemen mutu berstandar internasional dan digitalisasi sistem pengelolaan sekolah yang amanah dan profesional.
  3. Menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang relevan, baik di dalam maupun luar negeri,  untuk mengembangkan lembaga agar mampu berkontribusi sebesar-besarnya bagi peningkatan kualitas pendidikan dan dakwah.

 

Kurikulum

TAUFIQI SCHOOL mengembangkan kurikulum Nasional menjadi kurikulum khas TAUFIQI SCHOOL, yaitu Kurikulum MADANI.

Kurikulum MADANI: Mahabbah, Al Quran, Adab, Sains Teknologi, Rabbani, Islamic Leadership

Kurikulum ini disusun dengan menjadikan Al quran, adab, ilmu pengetahuan dan sains teknologi dibalut dengan rasa kasih sayang yang bersumber dari nilai religiusitas untuk melahirkan insan Rabbani, insan Sosial, insan Pemimpin dan insan Madani yaitu orang yang dekat dengan Allah, memiliki sifat dan peran sesuai dengan yang diharapkan Allah SWT (khalifah fil ard).

Mahabbah: rasa kasih sayang menjadi ruh iklim sekolah dalam interaksi sehari-hari yang tumbuh dari nilai-nilai religiusitas dan akan memicu tumbuhnya rasa peduli, saling menghargai dan bertanggung jawab, baik secara individu maupun dalam komunitas sekolah.  

Al Quran: menjadikan AlQuran dan sunnah sebagi dasar dan sumber pengkajian ilmu-ilmu yang dipelajari untuk membentuk mind set yang menyelamatkan manusia.

Adab : Adab sebelum ilmu, akan menjadi sebab kemudahan dan kebermanfaatan ilmu, sehingga penanaman adab dilakukan lebih dahulu sebelum belajar yang lainnya.

Sains teknologi:mempelajari  ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pendekatan project based learning dan beragam metode belajar yang ramah otak dan melibatkan semua indera.

Rabbani : melahirkan orang-orang yang memiliki kedekatan hati-ruhiyah dengan Allah (hablumminallah), memiliki sifat dan peran sesuai dengan yang diharapkan oleh Allah SWT dalam berkehidupan kebangsaan tataran dunia (khalifah fil ard)

Islamic Leadership: menjadikan Al Quran dan sunnah sebagai sumber nilai-nilai kepemimpinan dan meneladani praktek kepemimpinan rosululullah dalam manajemen diri, orang lain dan bernegara.

 

Proses Belajar Mengajar

Proses pembelajaran yang dikembangkan mengacu pada prinsip pembelajaran Kurikulum Madani, yaitu :

  • Mengkaji konsep-konsep dasar materi melalui aktivitas tafakur dan tadabur. Melakukan eksplorasi untuk menggali pengetahuan melalui beragam metode dan pendekatan. Memfasilitasi siswa memahami nilai-nilai islam, pengetahuan dan keterampilannya dalam setiap bidang studi sehingga akan semakin mengenal dan dekat dengan Allah SWT.
  • Sebuah proses secara sadar untuk merefleksikan berbagai pengetahuan dan pemahaman yang digali dan sudah dimilikinya ke dalam dirinya serta berlatih memasukan nilai-nilai kebaikan dalam pemikiran dan sikapnya.
  • Mempraktekan pemahaman dan nilai-nilai kebaikan yang sudah dipelajarinya, melalui kegiatan pembiasaan ibadah dan amalan-amalan soleh yang nyata.

Berupaya memperluas amal-amal kebaikan dan kebermanfaatnya bagi sekitarnya.

Ekstrakurikuler

Pramuka

Fungsi kegiatan ekstrakurikuler Pramuka adalah Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir yaitu.
1. Fungsi pengembangan, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan.
2. Fungsi sosial, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.
3. Fungsi rekreatif, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik.
4. Fungsi persiapan karir, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.

.

Lihat Foto

Taekwondo

tak hanya fisik, seni bela diri asal Korea Selatan ini juga dapat memberikan manfaat dari segi kesehatan mental. Lantas, apa saja manfaat taekwondo untuk kesehatan mental? Mengutip dari Wuyi Taekwondo, berikut manfaat belajar seni bela diri taekwondo!
1. Membangun konsentrasi Seni bela diri termasuk taekwondo, merupakan praktik membangun disiplin. Di mana saat melakukan setiap gerakan yang melawan musuh itu dibutuhkan konsentrasi tingkat tinggi untuk dapat membela diri. Bukan hanya konsentrasi saja, orang yang belajar seni bela diri ini juga akan memiliki fokus yang baik.
2. Menambah rasa percaya diri Manfaat taekwondo yang selanjutnya adalah menambah rasa percaya diri. Harus diketahui bahwa seseorang yang menekuni taekwondo itu memiliki kepercayaan diri yang baik. Baca Juga: Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Pelajari 6 Bela Diri Ini demi Keamanan   Hal ini datang dari sikap dan pandangan positif tentang diri sendiri. Misalnya saja ketika akan melakukan tendangan, seseorang itu membutuhkan kepercayaan diri yang cukup agar seimbang dan tidak jatuh.
3. Lebih siap menghadapi stres Manfaat lain taekwondo bagi kesehatan mental yakni membuat orang lebih siang menghadapi stres. Berlatih taekwondo membantu orang mengatasi berbagai tekanan mental baik dalam kehidupan sehari-hari maupun selama sesi pelatihan. Dengan manajemen stres yang baik, maka seseorang akan bisa lebih fokus menghadapi ketakutan yang ada dalam diri.    
4. Kehidupan sosial yang baik Kawan Puan, perlu diketahui bahwa taekwondo bukanlah aktivitas solo atau perseorangan. Orang yang menekuni taekwondo akan berhadapan dengan pihak lain, baik itu dengan teman maupun instruktur. Alasan lain taekwondo mampu membuat kehidupan sosial jadi lebih baik yakni dalam satu kelas ada beberapa orang yang belajar seni bela diri ini. Apabila merasa kesulitan dengan suatu gerakan, maka orang akan bertanya kepada yang lainnya sehingga timbul sosialisasi. Baca Juga: Selain Ajarkan Bela Diri, Ini Manfaat Belajar Karate untuk Anak  
5. Mampu memulihkan diri dari kegagalan

.

Lihat Foto

Memanah

Olahraga Panahan (Archery) adalah olahraga yang menggunakan busur dan anak panah yang dilontarkan. Olahraga ini membutuhkan ketepatan dan ketangkasan dalam menembakkan anak panah. Mengapa Islam mensunnahkan olahraga ini? Karena memanah memberikan manfaat bagi penggunanya. Seperti: melatih konsenterasi, kesabaran, dan ketepatan sehingga memudahkan untuk mengontrol diri kita. Selain itu, memanah juga berguna ketika tersesat di alam liar, dan dengan hanya menggunakan panah kita dapat bertahan hidup dengan cara mencari hewan buruan. Dan pada masa lalu, ketika perang masih bergejolak dalam syiar Islam, panah adalah senjata yang efektif.

.

Lihat Foto

Drawing

ekskul drawing class dengan bertujuan untuk mengarahkan potensi anak-anak dalam menggambar yang islami, mengekspresikan segala yang terjadi memalui gambar, menambah ilmu pengetahuan dalam menggambar dengan nilai agama di dalamnya serta unsur agama didalamnya.

Diambil dari literatur yang di baca bahwa pembelajaran menggambar yaitu memindahkan langsung objek menjadi gambar melalui goresan dengan benda tajam secara langsung menggunakan semacam alat: pensil, pastel, maupun kuas yang berkesan garis sehingga menghasilkan gambar. Kata lain menggambar lagsung ini disebut „menggambar tangan‟, namun dalam kenyataan, menggambar tangan dapat menggunakan alat bantu berupa garis, jangka dan mistar lainnya, tidak dapat dimasukkan dengan menggambar tangan secara ekspresi. Menggambar tangan atau hand drawing (bahasa Inggris) menunjukkan kegiatan menggambar secara langsung, yaitu menggambar memanfaatkan peralatan secara manual seperti: pensil, krayon, arang, tinta, cat air, cat plakat, cat akrilik maupun cat minyak. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan mengungkapan rasa, pikiran baik dengan objek langsung (melihat, mengawasi, memperhatikan) maupun menyimpan terlebih dahulu dalam ingatan kemudian menuangkan ke dalam menggambar disalurkan melalui gerakan tangan.

.

Lihat Foto